Dual Boot Linux dan Windows
I.
JUDUL
“INSTALASI DUAL BOOT LINUX dan WINDOWS”
II.
TEORI
DASAR
DualBoot
Adalah suatu kondisi dimana dalam sebuah komputer terdapat sistem operasi lebih
dari satu. Alasan digunakannya sistem dual boot yaitu ingin digunakannya
sistem operasi yang lain tanpa menghapus atau menghilangkan sistem operasi yang
lama. Sehingga tidak mengharuskan kita berpindah sistem operasi secara utuh.
Ada beberapa metode dalam menginstall dual boot Windows
dan Ubuntu, bahkan Ubuntu sendiri sudah menyediakan opsi dual boot di media
instalasinya. Tetapi WinPoin lebih suka menginstall keduanya secara terpisah
dan tak berhubungan.
Artinya, boot manager Ubuntu dipisahkan dari boot
manager Windows. Tujuannya adalah ketika melakukan install ulang Windows, maka
boot manager Ubuntu tidak ikut hilang te-replace dengan boot manager Windows
yang baru. Untuk penginstalan Dual Boot diperlukan minimal 3 partisi baru :
·
Partisi Boot : meletakkan GRUB di MBR
bersamaan dengan Windows
boot manager. Oleh karena
itu di partisi inilah kita akan meletakkan GRUB.
·
Partisi Root : Partisi Ubuntu akan
terinstall.
·
Partisi Swap : Partisi ini dibutuhkan
untuk swap file dan akan digunakan
jika Ubuntu membutuhkan
tambahan memory (Swap File ini semacam Page File jika di Windows).
·
Partisi Home : bersifat
opsional, dapat menambahkannya atau
menjadikannya satu dengan
Root. Home adalah lokasi tempat file tersimpan (music, pictures, documents,
dsb).
Kelebihan dari Dualboot antara lain yaitu :
1.
Ketika salah satu system operasi
terkendala masalah, maka system operasi yang satunya dapat memperbaiki masalah
tersebut.
2.
Mengurangi biaya untuk membeli PC lagi,
karena sudah menggunakan dualboot yang artinya dua os di satu pc
3.
Operasi system yang saling melengkapi dan
saling menutupi kekurangan dari os masing masing
III. ALAT DAN BAHAN
- 1
unit Komputer
- Sebuah
Disket/DVD/CD Linux Ubuntu ver.16
IV.
LANGKAH
KERJA
1. Nyalakan
komputer. Pastikan Windows (7/8/10) telah terinstal pada komputer.
2. Jika
menggunakan Windows 10, maka lakukan pengaturan Start up terlebih dahulu.
a. Pertama,
buka Control Panel. Pilih
Hardware and Sound
c. Pilih
Power Option
d. Pilih
Change What the Power Button Does pada bagian menu list sebelah kiri
e. Klik
Change Setting …..
f. Ceklis
pada bagian Turn On Fast Startup. Save Changes.
Jika
Windows yang digunakan selain Windows 10, tidak perlu melakukan setting pada
langkah kedua / dapat langsug ke langkah 3.
3. Pengaturan
Partisi untuk Instaling Ubuntu.
a. Buka
Disk Management. Klik
kanan pada disk C. Pilih Shrink Volume.
c. Masukkan
ukuran untuk membuat free space, jangan sampai melebihi batas dari total size
disk C. Kemudian klik Shrink.
d. Maka
akan terbentuk Unavailable space.
4. lalu
masukkan DVD Linux Ubuntu. Restart komputer.
5. Kemudian
klik Install Ubuntu.
6. Kemudian pilih Install Third Party… . Bisa juga tidak dipilih,
tergantung apakah ingin menginstal aplikasi tambahan. Lalu pilih Continue.
7. Pilih Install Ubuntu Alongside Windows 10. Klik Install
Now. Continue.
8. Kemudian pilih lokasi pada peta kemudian klik Continue.
9. Kemudian atur Keyboard Layout sesuai pilihan. Untuk keyboard pada
umumnya menggunakan English(US).
10. Lalu masukkan Nama
dan Password untuk login OS. Pada pembuatan akun, untuk melakukan log in dapat
memilih Log in Automatically untuk login otomatis. Klik Continue.
11. Proses instalasi
sedang berjalan, silahkan tunggu hingga proses selesai.
12. Lalu Restart Now. Komputer akan restart.
13. Kemudian muncul tampilan Dual Boot Ubuntu dan
Windows untuk memilih OS untuk booting komputer.
V.
HASIL
VI.
ANALISIS
Instalasi Dual Boot
merupakan kondisi sebuah komputer atau laptop memiliki 2 atau lebih sistem
operasi. Akan lebih memudahkan user untuk menggunakan sistem operasi dengan
berbeda. Instalasi Dual Boot sangat mudah untuk dilakukan. Hal pertama yang
perlu dilakukan adalah pembagian partisi dari wndows untuk Linux.
VII.
KESIMPULAN
Dual Boot Adalah suatu
kondisi dimana dalam sebuah komputer terdapat sistem operasi lebih dari satu. Sehingga tidak harus berpindah sistem operasi
secara utuh.
Dengan melakukan dual boot,
tidak akan terjadi kehilangan sistem operasi windows, dan data-data lain
seperti yang ada di partisi D, E dan sebagainya. Karena partisi tersebut masih
dapat terbaca pada OS Linux, namun sebaliknya Partisi Linux tidak akan pernah
terbaca di OS windows.
VIII.
DAFTAR
PUSTAKA
Sahoo, Satyajit. 2009. Guide to Dual Booting. Kanada :
Wordpress.com
LAPORAN HARIAN



















Comments
Post a Comment